MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • FILM/
  • Sangat Realistis, Sutradara Film Kanibal Ini Ditangkap Polisi, Diyakini Membunuh Aktor Asli
Film Cannibal Holocaust

Sangat Realistis, Sutradara Film Kanibal Ini Ditangkap Polisi, Diyakini Membunuh Aktor Asli

0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Kamis, 21 Desember 2023 – 06:30 WIB

VIVA Showbiz – Memang ada beberapa film horor yang mengerikan dan membuat buku kuduk merinding, seperti film yang sangat berdarah dan menjijikkan sehingga secara fisik sulit untuk ditonton. 

Baca Juga :

Pengakuan Mengejutkan Timin, Sebelum Bunuh Selingkuhannya Kerap Hubungan Badan dengan Korban

Namun ada satu film yang tampak sangat realistis menampilkan adegan pembunuhan, hingga sang sutradara ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan asli. 

Film tersebut berjudul Cannibal Holocaust karya Ruggero Deodato yang dirilis pada tahun 1980 dan menjadi salah satu film horor ‘paling mengganggu’ sepanjang masa.

Baca Juga :

Begini Penampakan Panca Tersangka Pembunuhan Berencana 4 Anaknya Dibawa ke Polres Jaksel

Sutradara film Cannibal Holocaust, Ruggero Deodato

Film asal Italia ini bercerita tentang mengikuti kru film Amerika yang menghilang di hutan hujan Amazon saat membuat film dokumenter tentang suku asli kanibal. 

Baca Juga :

Bukan Cuma Bunuh Pasutri, Kakak Adik di Jaksel Juga Serang Dua Orang Lainnya

Namun karena gaya dokumenter dan penggunaan masyarakat adat sebagai aktor sangat meyakinkan, banyak penonton yang mengira kematian di layar itu benar-benar nyata. 

Dan hal ini menjadi lebih dapat dipercaya ketika Deodato memerintahkan para aktor yang meninggal dalam film tersebut untuk menandatangani kontrak untuk tidak terlibat dalam semua media. 

Mereka tidak dilibatkan dalam wawancara apa pun setidaknya selama satu tahun, untuk benar-benar meyakinkan publik bahwa mereka ‘benar-benar mati’. 

Namun 10 hari setelah film super-kekerasan tersebut ditayangkan perdana di Milan, Cannibal Holocaust pun digrebek, dan sutradaranya didakwa melakukan tindakan pembunuhan.

Film ini dirilis secara teatrikal di Perancis pada tahun berikutnya, dan para aktor dari adegan kematian yang intens tersebut masih belum terlihat menjadi sorotan publik. Sehingga seiring berkembangnya spekulasi bahwa mereka benar-benar mati, Deodato pun didakwa melakukan pembunuhan di Italia. 

Membela diri, Deodato pun akhirnya menghubungi salah satu aktor, Luca Barbaereschi, yang dalam adegan film ia ‘dipenggal’, dan dia menguhubungi beberapa aktor ‘mati’ lainnya. 

Saat hadir di pengadilan, Deodato menjelaskan bahwa meskipun film tersebut memuat adegan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan, seks cabul, genosida, pengebirian, dan bahkan cuplikan berita tentang eksekusi di kehidupan nyata, film horor yang meresahkan tersebut dibuat tanpa merugikan orang lain, apalagi pembunuhan. 

Barbareschi dan tiga orang lainnya yang berperan sebagai kru kamera yang mati dalam film, muncul bersama di acara TV Italia untuk membuktikan bahwa mereka sebenarnya masih hidup.

Namun, Deodato masih menghadapi beberapa masalah lain karena meskipun kematian manusia mungkin palsu, namun Cannibal Holocaust berisi rekaman asli hewan yang disembelih, termasuk pemenggalan kepala monyet dengan parang.

Sutradara, produser dan penulis skenario semuanya dinyatakan bersalah atas kekejaman terhadap hewan. 

Masing-masing dari mereka dijatuhi hukuman percobaan selama empat bulan. Putusan itu dibatalkan pada tahun 1984. 

Deodato membela adegan kekejaman terhadap hewan dalam sebuah wawancara dengan Guardian pada tahun 2011: “Di masa muda saya, saat tumbuh dewasa, saya menghabiskan banyak waktu di pedesaan dekat dengan hewan dan karena itu sering melihat momen kematian mereka,” ujarnya.

Film Cannibal Holocaust

Photo :

The Fourth Floor Magazine

“Kematian hewan, meskipun tidak tertahankan, terutama dalam pola pikir perkotaan saat ini, selalu terjadi demi memberi makan para karakter atau kru film, baik dalam cerita maupun kenyataan.” 

Film Cannibal Holocaust dilarang di Italia dan banyak negara lain karena penggambaran adegan yang sangat brutal, kekerasan seksual, dan kekerasan tercela terhadap hewan.

Halaman Selanjutnya

Mereka tidak dilibatkan dalam wawancara apa pun setidaknya selama satu tahun, untuk benar-benar meyakinkan publik bahwa mereka ‘benar-benar mati’. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21